Senin, Desember 19, 2011

Kisah Alqomah dan Ibunya

Pada masa Rasulullah saw, tersebutlah seseorang yang bernama Alqomah. Dia seorang mukmin yang taat pada ibadahnya, shalat, puasa, dan sedekah.
Tiba suatu saat Alqomah jatuh sakit, sang isteri pun khawatir suaminya itu akan meninggal dunia, maka ia pun mengirim orang untuk mengabarkan kepada Rasulullah saw.

Saat mendengarnya Rasul pun mengirim Bilal, Ali, Salman, dan Amar untuk mengunjunginya yang dalam keadaan sakratul maut., mereka mencoba menuntunnya untuk berucap "laa illa ha illallah" anehnya lidah orang saleh ini seperti terkunci...
Bilal diutus oleh sahabatnya yang lain untuk menemui Rasul, Rasulpun bertanya.. "Apakah ia masih memiliki Bapak dan Ibu?" Bilal menjawab pertanyaan Rasul dan menjelaskan bahwa bapaknya telah meninggal, ia masih memiliki ibu.
Rasulpun ingin menemui ibu Alqomah. Setelah bertemu barulah diketahui bahwa sang ibu ternyata menyimpan dendam kepada Alqomah. Alqomah lebih memilih isterinya, dan mementingkan isterinya serta berani menentang ibunya.
Sang ibu yang terlanjur sulit untuk memaafkan diminta oleh Rasul untuk memaafkan anaknya, namun ia tak mau.
Dari itu Rasul memerintahkan Bilal untuk mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya, yang akan digunakan untuk membakar Alqomah.
Rasulpun bersabda,"Siksa Allah itu lebih berat dan lebih kekal, karena itu jika engkau ingin Allah mengampuni dosa anakmu maka maafkanlah dia. Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, tidak akan berguna shalat dan sedekahnya selama engkau masih murka kepadanya"
Mendengar sabda Rasulullah maka sang ibu pun berkata,"Ya Rasulullah saya mempersaksikan kepada Allah di langit dan Engkau ya Rasulullah dan siapa yang hadir disini bahwa saya telah ridho padanya..."
Lalu Rasul menyuruh Bilal untuk melihat keadaan Alqomah. Sesampainya di rumah Alqomah, Bilal mendengar Alqomah mengucapkan "laa illa ha illallah" sebelum ia meninggal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar